Relationship Strategy sebagai taktik leverage

Relationship Strategy atau kerja sama usaha adalah sebuah strategi yang biasa digunakan untuk menutupi gap atau kesenjangan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Gap atau kesenjangan ini bisa berupa skil(skill) dan sumber daya(resources). Skill dan resource ini bisa berupa aspek keuangan, tenaga kerja ahli, teknologi, akses informasi . Ada beberapa bentuk kerjsama Continue reading

Posted in Business, Management, Perusahaan | Leave a comment

Carut-marut Sistem Procurement PT.CPI

Oleh: SumurunG

Kemarin saya membaca harian tribun mengenai adanya demonstrasi pekerja PT.SUMA SURYA PERKASA(PT.SUMA)  terhadap PT.MULTI STRUCTURE(PT.MS) sebagai salah satu main contractor pada PT. CHEVRON(PT.CPI).  Tuntutannya mengenai pembayaran gaji mereka yang belum dibayarkan selamat beberapa bulan karena perusahaan tempat mereka bekerja sudah tidak mampu lagi membayar gaji mereka dengan alasan, Continue reading

Posted in Business, CSR, Hukum, Praktik Bisnis | 1 Comment

Safety need versus Basic need

Beberapa waktu yang lalu aku bercakap-cakap dengan seorang sahabat yang sudah cukup lama tidak bertemu, ternyata sekarang dia bekerja sebagai seorang tukang cat profesinal.  Percakapan kami lakukan disela-sela istirahat ketika dia melaksanakan tugasnya sebagai seorang tukang cat. Dia lebih banyak berkeluh kesah mengenai pekerjaan yang dia geluti walaupun kadang-kadang dia bercerita tentang hal-hal mengembirakan dalam menjalankan tugasnya. Saya jadi tahu kalau tukang yang bekerja dikompleks chevron itu sifafnya freelance karena mereka mendapatkan pekerjaan dan gaji jika ada yang menawarkan pekerjaan kepada mereka.  Sahabat ini juga bercerita kalau pekerjaan yang dilakukan ini menjadi berat karena aturan-aturan yang dibuat oleh perusahaan chevron dimana lokasi kerja mereka berada.  Aturan-aturan itu menambah biaya kerja mereka yang pada akhirnya bisa mengurangi pendapatan mereka. Aturan yang dimaksudnya disini adalah aturan mengenai safety, health and environment. Katanya kepada saya,” bayangkan saja son(baca:harryson), untuk pekerjaan yang harusnya selesai 4 hari menjadi 7 hari karena aturan-aturan yang tidak perlu itu” .  

Ini memang sulit. Satu pihak membutuhan akan pendapatan yang layak sedangkan dipihak lainnya memaksakan kebutuhan safety. Pihak yang memaksakan safety itu memiliki power untuk memaksa pihak lainnya . J  Pertanyaan aku sama dia,”trus bagaimana kalian menutupi biaya-biaya itu?”. Ternyata seperti saya duga, ujung-ujungnya pasti berpengaruh pada kualitas perkerjaan. :D   “Banyak caranya son” katanya.  Bisa dengan membuat cat lebih encer sehingga cat berlebih dan bisa dijual kembali,  yang lebih parahnya, dia bisa kompromi dengan pengawas dan pemilik proyek bahkan dengan penguna rumah. J

Safety need ini memang bisa dipaksakan tetapi harus diingat apapun yang dipaksakan pasti akan menimbulkan rasa tidak puas yang pada akhirnya bisa merusak. Saya sendiri percaya dengan “hierarchy of need-nya maslow” yang mengatakan kebutuhan itu memiliki hirarkhy sesuai dengan kondisi dari orang yang bersangkutan. Ketika dia berkutat dengan masalah basic need maka dia tidak akan atau belum memikirikan masalah safety need.  Makanya begitu  saya  tahu sahabat itu  “cheating”, saya mengerti dan mengatakan supaya hati-hati. ;)

Posted in Praktik Bisnis, Safety Health and Enviroment | 4 Comments

Think Locally, Ack Locally

Bank bca baru dua hari yang lalu beroperasi di duri ini tetapi mereka  langsung melakukan gebrakan yang tidak biasa dengan melakukan promosi langsung kepada pasar sasaran. Hari ini ketika sarapan pagi dikedai kopi langganan, aku melihat mereka dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan menempelkan pamflet di dinding kedai kopi. Menurut aku ini tepat sasaran karena langsung kepada nasabah potensial(prospect customer), apalagi dalam pamflet ukuran satu lembar folio tersebut sudah langsung membuat syarat-syarat untuk menjadi nasabah berikut hadiah yang bisa didapatkan dengan menjadi nasabah bank tersebut. Kedai kopi di duri ini memang menjadi tempat berkumpul orang-orang potensial secara financial sekaligus menjadi media beredarnya informasi secara cepat(worth of mouth).  Aku pikir  ini bisa  dikatakan dengan think locally, ack locally.

Paling tidak mereka telah mendapatkan awardness  dengan murah dan cepat. Belum banyak yang melakukan ini didaerah ini, padahal media “kedai kopi” ini sangat efektif dan efesien jika dipakai secara optimal. Mungkin juga buat pemilik kedai kopi diduri ini sudah saatnya mengambil mamfaat ekonomis secara lebih nyata lagi dari orang-orang atau perusahaan yang ingin mengunakan kedai kopi sebagai media promosi.  ;)  Buat aku think locally, act locally ini ternyata masih efektif digunakan untuk efesiensi. Tentu saja dilihat kasus per kasus.J Dengan mengunakan slogan ini ternyata bisa menghasilkan keuntungan kompetitif karena mengunakan resource lokal yang nyata-nyata lebih efesien. Dengan ini aku mau mengajak para sahabat memamfaatkan peluang lokal dengan mengunakan resources lokal. Masak  resources lokal bisa lebih mahal dari pada resources “asing”.  ;)  Sudah ada  contoh sukses buat para sahabat warga duri ini, seperti, pt.rifansi yang mampu mengalahkan perusahaan skala nasional seperti pt.tje dalam lelang di pt.chevron atau pt.fss yang bisa mengalahkan pt.iss.  Jadi tunggu apa lagi.. J

Posted in marketing | 1 Comment

kejurda karate piala gubernur dan piala bupati bengkalis

kemarin dan hari ini aku nonton pertandingan  karate yang diadakan diduri memperebutkan piala gubernur riau dan piala bupati bengkalis. pertandingan ini diadakan di sopo gabema jl.rangau km 4 duri-riau. foto yang bisa aku ambil selama kejuaran ini dapat dilihat dengan meng-klik  foto sumurung.   beberapa akan aku tampilkan langsung pada halaman ini.   :-)  dalam percakapan dengan beberapa pelatih dan anggota juri saya ketahui bahwa even ini diadakan dalam rangka persiapan atlet2 untuk siap berkompetisi dan dalam rangka latihan persiapan penyelenggaraan pon 2012  yang akan diadakan diriau ini. menurut aku, pemprov maupun pemkab sebaiknya lebih sering lagi untuk mengadakan kejuaran2 seperti ini yang bertujuan untuk mempersiapkan mental kompetisi atlet2 riau dan latihan bagi panitia dalam menyambut pon 2012 dimana daerah ini akan menjadi tuan rumah.

juara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Kabar Duri | 1 Comment

Traffic Light

Traffic light

Traffic light

Mungkin para sahabat blog sumurung ini sudah  tahu kalau lebih dari sebulan traffic light dijalan mawar rusak alias tidak berfungsi. Ini  benar-banar aneh!. Kota Duri ini seperti tidak mempunyai pemerintah karena untuk urusan sepele namun krusial  seperti traffic light ini pun tidak ada yang peduli. Bahkan polisi yang seharusnya bekerja untuk membantu kelancaran lalulintas disimpang jalan mawar itu sama sekali tidak pernah ada disana. Beberapa kali saya melihat polisi melakukan razia ditempat lain dengan porsonil yang banyak, padahal dibutuhkan hanya satu orang polis saja untuk mengatur lalulintas disimpang jalan mawar. halah..  Daerah ini bisa dikatakan  kabupaten terkaya direpublik ini namun sistem pemerintahan mungkin yang terburuk bisa dilihat dengan tidak mampunya pemerintah disini untuk mengurusi hal-hal sepele seperti traffic light ini.  Kalau saja pemerintah termasuk polisi sadar potensi kecelakan karena rusaknya lampu merah itu sangat tinggi mungkin mereka akan bertindak. Sampai saat ini memang belum terjadi kecelakaan itupun karena beberapa hari yang lalu sudah ada relawan yang mau mengantikan polisi disana mengatur arus lalu lintas.

 

Kalau saja lagi pemerintahan daerah sini  mengerti teori broken window yang mengatakan kerusakan atau kesalahan kecil itu akan memicu kerusakan atau kesalahan yang sama atau bahkan lebih parah mungkin mereka akan segera memperbaiki traffic light yang rusak itu sesegera mungkin.. Saya menduga tidak adanya komitment yang kuat untuk melayani kepentingan publik dari pemerintahan daerah ini sehingga setiap dinas yang berkompeten bisa dengan mudah berkelit dari tanggungjawab. Sistem reward and punishment yang tidak jalan juga saya duga sebagai penyebat tidak adanya kepedulian terhadap kerusakan yang terjadi.  Tidak seorangpun percaya kalau ketiadaan anggaran yang membuat perbaikan traffic light terkendala karena daerah ini sangat kaya.

Dalam pikiran saya daerah ini seharusnya daerah sudah sangat maju karena anggarannya sangat besar dan sumberdaya alamnya yang melimpah.  Saya membayangkan disetiap persimpangan yang mempunyai traffic light seharusnya sudah dilengkapi dengan cctv sehingga polisi dan dinas perhubungan bisa memantau kelancaran lalu lintas didaerah ini. Pekanbaru yang APBD nya jauh lebih kecil dari daerah ini saja mampu, kenapa daerah ini tidak?

Melalui blog ini saya mengundang para sahabat blog ini untuk berdiskusi bagaimana mendapatkan solusi mengenai permasalahan traffic light ini. Mungkin saja ketika tulisan ini dipublish melalui blog ini traffic light tersebut sudah baik kembali tetapi bagaimana  agar permasalahan itu tidak terulang kembali atau bagaimana supaya supaya arus lalulintas bisa lebih baik lagi, itu yang menjadi consern kita disini.

Posted in Berita | 4 Comments

Tipping Point ala Tim Sembilan

Tim Sembilan maksud saya disini adalah panitia pembangunan HKBP Simpang Padang Duri. Tim ini bertugas untuk mencari dana pembangunan gedung gereja baru sekaligus mendirikan bangunan gereja. Saya perhatikan tim sembilan ini berhasil menerapkan kepemimpinan tipping point karena strategi dan taktik yang mereka gunakan untuk mengumpukan dana dan membangun gedung gereja itu melalui tindakan-tindakan kecil yang realistis tetapi mampu menghasilkan perubahan besar. Sampai saat ini tim sembilan ini telah berhasil menbangun dua rumah tinggal buat pendeta dan biblevrow, kantor gereja dan memperbaiki pagar gereja sedangkan gedung gereja sedang dalam pengerjaan. Ini sebuah prestasi hebat.. Ada beberapa cara yang telah mereka lakukan menurut saya merupakan tindakan tipping point seperti,

 1. memberikan kesempatan yang sama kepada semua jemaat untuk berpartisipasi dalam panitia pesta. Panitia pesta ini berbeda dengan panitia pembangunan karena panitia pesta itu kerjanya hanya untuk penyelenggara pesta. Setiap panitia pesta selalu diberikan target tertentu.

 2. panitia ini biasanya bekerja dengan biaya sendiri. Tidak seperti kerja panitia yang sering terjadi, panitia pesta yang dibentuk ini harus mampu “manjahe” karena mereka harus mencari dana sendiri untuk penyelelanggaraan pesta ini makanya ketika pesta dimulai yang dihitung itu hanya uang masuk.

3. Membangun gedung dengan secara bertahap sesuai urgensinya.

Yang saya perhatikan mereka berhasil membangun sense of participation dari jemaat gereja ini dengan memberikan kesempatan yang sama untuk menjadi panitia pesta sehingga hampir semua jemaat gereja ini sudah terlibat aktif dalam proses pembangunan ini. Cara ini pada akhirnya juga mampu membangun sense of belonging dan sense of responsibility dari jemaat. Kanapa? Menurut saya karena keterlibatan jemaat itu secara aktif dimana mereka ikut dalam semua proses pembangunan gereja itu sehingga timbul kepercayaan terhadap tim sembilan. Kalau partisipasi jemaat sudah ada apapun masalahnya pasti ada jalan keluarnya tetapi sebaliknya juga kalau tim sembilan ini tidak menjalankan amanah dengan baik partisipasi jemaat untuk menghukum juga pasti ada.  :-)  

Meskipun begitu ada juga kritik membangun dari beberapa sahabat yang juga anggota jemaat HKBP Simpang Padang ini seperti sistem yang transparan dan akuntabel dari pengunaan dana. Ada saran dari seorang sahabat agar tim sembilan ini membuat sistem yang baik seperti layaknya sistem yang berlaku pada organisasi perusahaan. Misalnya dengan membuat SOP untuk semua pengeluaran untuk pembelian material atau pengeluaran lainnya. Ini bukan karena ketidakpercayaan tetapi dalam rangka menciptakan transparansi dan akuntabilitas sehingga apabila diadakan audit tim sembilan tidak kewalahan lagi nantinya. Sistem yang baik ini juga menjadi pertimbangan donatur terlebih-lebih donatur eksternal, apakah dia akan memberikan bantuan atau tidak.

Tulisan ini dibuat sebagai apresiasi saya terhadap kerja keras dari tim sembilan dan seluruh jemaat hkbp simpang padang karena kemarin(minggu 11-10-09) telah berhasil mengumpulkan sebanyak dana sebesar 170 juta rupiah. Perjalanan masih panjang dan kita masih harus bekerja keras lagi karena pekerjaan belum selesai. Saya harapkan agar tim sembilan ini tidak menyerah dan terus bekerja keras karena saya percaya dengan berdoa dan bekerja keras gedung gereja HKBP Simpang Padang Duri akan berdiri pada saatnya.

Posted in Berita | 4 Comments