CSR dan Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

Oleh: SumurunG

csrCorporate Social Responsibilities (CSR)  atau yang kita kenal dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan sekarang menjadi bagian yang menjadi keharusan dalam perusahaan khususnya yang berbadan hukum perseroan terbatas. Dibawah ini adalah penjelasan undang-undang no.40 tahun 2007 mengenai tanggungjawab sosial dan lingkungan perseroan terbatas.

Dalam untung-undang ini diatur mengenai tanggungjawab sosial dan lingkungan bertujuan mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermamfaat bagi perseroan itu sendiri, komunitas setempat, dan masyarakat umumnya. Ketentuan ini dimaksudkan untuk mendukung terjadinya hubungan perseroan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai,norma dan budaya masyarakat setempat maka ditentukan bahwa perseroan yang kegiatan usahanya dibidang dan/atau berkaitan dengan sumbersaya alam wajib melaksanakan tanggungjawab sosial dan lingkungan. Untuk melaksanakan tanggungjawab sosial dan lingkungan tersebut, kegiatan tanggungjawab sosial dan lingkungan harus dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang dilaksanakan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. Kegitan tersebut dimuat dalam laporan tahunan perseroan. Dalam hal perusahaan tidak melaksanakan tanggungjawab sosial dan lingkungan maka perseroan yangbersangkutan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pada BAB  V pasal 74 ayat 1-4 dijelaskan mengenai defenisi dan sanksi apabila tidak melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan ini tetapi ini belum cukup karena masih bersifat umum dan belum dijelaskan tata cara pelaksanaannya. Sampai saat ini sepanjang pengetahuan saya, peraturan pemerintah belum dikeluarkan sebagai penjelasan tentang  tata cara pelaksanaan dari undang-undang ini.

 

Tanggungjawab sosial dan lingkungan ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi perusahaan karena sudah dilaksanakan sejak dulu tanpa harus dipaksa oleh undang-undang.  Philip Kotler dalam bukunya Corporate Social Responsibility mendefenisikan CSR ini sebagai berikut ini, “Corporate  social responsibility is a commitment to improve community well-being  through discreationary business practices and contribution of corporate resources

Selain defenisi diatas Word Business Council for sustainable economic development menjelaskan CSR sebagai berikut, “business commitment to contribute to sustainable economic development, working with employee, their families, the local community, and society at large to improve their quality of life”

Dari defenisi ini dapat diketahui bahwa CSR itu adalah sebuah kewajiban dan tanggungjawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungannya untuk meningkatkat kualitas hidup masyarakat dan lingkungan hidup. Dalam perkembangannya CSR ini tidak lagi menjadisebuah kewajiban bagi perusahaan tetapi sudah berubah menjadi sebuah strategy baru yang dapat digunakan juga untuk kepentingan perusahaan. Jika dihubungkan dengan UU No. 40 tahun 2007, hal menjadi sebuah kabar baik buat perusahaan karena CSR menjadi sebuah kewajiban yang menguntungkan. Pada pasal 74 ayat 2 dikatakan  Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. Ini artinya semua pengeluaran untuk program CSR itu dapat dianggarkan dan menjadi biaya resmi perusahaan. Kalau dulu mungkin sering terjadi perdebatan mengenai boleh- tidaknya program CSR ini dibiayakan sekarang dengan undang-undang ini dinyatakan boleh menjadi biaya. Walaupun sudah dijelaskan begitu, tetap diperlukan peraturan pemerintah yang menjelaskan tentang  ini supaya tidak terjadi perbedaan dalam interpretasi. Bagaimana melakukan program CSR atau tanggungjawab sosial dan lingkungan ini  menjadi sebuah program kerja? Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus ditempu sebelum menbuat program CSR,

 

  1.    Memilih sebuah isu sosial

Isu sosial yang  yang berhubungan sangat dekat dengan perusahaan dan stakeholder langsung dari perusahaan. Assessment untukmenentukan isu sosial ini dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan2 berikut ini:

  ·         Bagaimana hubungan isu sosial ini dengan tujuan perusahaan?

  ·         seberapa besar isu sosial tersebut?

  ·         Adakah pihak-pihak lain yang memikirkan isu tersebut,seperti  pemerintah dan pihak lainnya?

  ·         apakah  ada sesuatu yang membuat karyawan perusahaan tertatik terhadap isu tersebut?

  ·         Mungkinkah isu yang kita pilih bisa mendorong pihak lain ikut terlibat secara finansial?

  ·         Apakah isu yang kita pilih bersih dari masalah

  ·         apakah kompetitor kita terlibat atau sedang mengerjakan isu yang sama?

 

 2.    Memilih program CSR yang sesuai dengan isu yang kita pilih

Assessment yang harus dilakukan untuk memilih program CSR dengan menjawab pertanyaan2berikut ini:

  ·         Bagaimana cara melakukan program ini tanpa harus menganggu operasi perusahaan

  ·         apakah programCSR yang dipilih  cocok dengan kemampuan perusahaan?

  ·         apakah isu yang dipilih sesuai dengan program CSR? Siapa yang tertarik dengan program yang dipilh?

  ·         bagaimana jika dana yang akan disumbangkan dikaitkan dengan penjualan produk perusahaan?

  ·         Bagaiman jika konsumen mengetahui bahwa komitment yang akan disumbangkan ternyata tidak signifikan?

  ·       apakah sudah dipertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan untuk biaya jam kerja karyawan yang digunakan untuk program tersebut?

  ·         pastikan program yang dipilih tidak sia-sia.

 

 3.    Mengembangkan dan Implementasi Rencana Program CSR

  ·         Pastikan dana yang tersedia cukup meskipun kinerja perusahaan sedang  tinggi?

  ·         Pastikan bahwa apa yang akan disampaian kepada stakeholder bahwa dana itu bukan milik mereka?

  ·         kenapa perusahaan harus menyediakan dana untukprogram ini?

  ·         Bagaimana jika  mitra kerja bermasalah sehingga karyawan harus bekerja lembur?

  ·         Pastikan kita bekerja dengan baik agar pengeluaran tidak sia-sia

  ·         Pastikan ini tidak semata-mata untuk kepentingan perusahaan

  ·         Pastikan tidak terlihat hipokrit

 

 4.    Evaluasi

Evaluasi pengaruh dari program CSR yang dijalankan dengan melihat return on investmen dari program ini, pengaruh program ini terhadap penjualan dan image perusahaan serpa apakah program tersebut berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan kualitas lingkungan. Dilanjutkan atau tidaknya program ini ditentukan oleh hasil evaluasi ini.

 

Benefit bagi perusahaan sendiri ketika melakukanCorporate Social Responsibility ini adalah sebagai berikut:

  ·         meningkatkan penjualan dan market share

  ·         penguatan brand dibenak konsumen

  ·         meningkatkan brand  equty

  ·         meningkatkan kemampuan untuk mendapatkan konsumen baru  dan mempertahankan loyalitas konsumen

  ·         berkurangnya biaya operasi

  ·         meningkatkan kepercayaan investor dan pengamat finansial

 

Setelah perusahaan mendapatkan isu sosial yang dijadikan sebagai program CSR dan mengetahui keuntungan yang didapat dari  program CSR yang dijalankan itu sekarang yang harus dilakukan adalah memilih program yang sesuai dengan strategi perusahaan. Menurut Philip Kotler, ada enam program CSR yang mungkin untuk dijalankan sebuah perusahaan:

 

 1)    Cause Promotion

Perusahaan menyediakan dana atau menyediakan resources lainya seperti tenaga sukarela atau mendukung kegiatan pengumpulan dana untuk membiayai suatu program CSR. Contoh, Body Shop mendukung kampanye  untuk anti pengunaan binatang  sebagai percobaan untuk produk-produk kosmetik.

 2)    Cause-Related Marketing

Peresahaan mendukung suatu program CSR tertentu dengan cara menyumbangkan dana dari hasil penjualan produk perusahaan, biasanya dilakukan untuk jenis produk tertentu dan untuk periode  tertentu saja.Contoh,Avon and The Avon Foundation mendukung program kampanye kanker payudara tentang penyebab dan penangulangannya

 3)    Corporate Social Marketing

Perusahaan mendukung program CSR yang sifatnya  kampanye perubahan perilaku yang tidak baik menjadi baik atau lebih baik seperti, peningkatan kesehatan masyrakat, keselamatan kerja, kerusakan lingkungan dan lain-lain. Bisa dilakukan sendiri atau mencarimitra yang mempunyai kepedulian yang terhadap isu yang sama. Contoh, The Home Depot mengkampanyekan dan memberikan petunjuk mengenai bagaimana menghemat pengunaan air melalui brosur,pelatihan dan lain-lain.

 4)    Corporate Philanthropy

Program CSR ini dilakukan dengan cara memberikan bantuan langsung, baik dana maupun tenaga terhadap isu sosial tertentu.Contoh, Microsoft memberikan bantuan uang tunai dan software gratis kepada sekolah-sekolah

 5)    Community Voluntering

Perusahaan memberikan bantuan untuk isu tertentu dengan cara memberikan bantuan tenaga sukarela yang diperlukan dalam program CSR tersebut. Contoh, IBM memberikan bantuan dengan cara memberikan pelatihan tentang komputer kepada siswa.

  6)    Social Responsible Business Practice

Program CSR ini dilakukan dengan melakukan untuk tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan cara memilih cara-cara operasi yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Pemilihan cara-cara oeprasi yangs esuai dengan etika dan moral yang berkembang dimasyarakat.Contoh, Kraft Food bekerja sama dengan  Wellness Advisory Council mencantumkan label nutrisi dalam setiap kemasan produknya.

 

Tulisan ini hanya pemaparan saja tentang tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan dan bagaimana melakukanya dengan enam pilihan yang ditawarkan Philip Kotler. Pilihan itu harus disesuaikan dengan strategi yang akan diambil oleh perusahaan sehingga terjadi sinkronisasi antara isu sosial yang dipilih dengan program CSR yang cocok dan strategi yang diambil perusahaan sehingga perusahaan memperoleh benefit dari program CSR yang dibuatnya. Sekarang kita tunggu saja peraturan pemerintah yang menjelaskan tatacara pelaksanaan program CSR ini.  :-)

About these ads
This entry was posted in Diskusi. Bookmark the permalink.

6 Responses to CSR dan Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

  1. SumurunG says:

    bisa. menurut pp no.93 tahun 2010, pasal 1 huruf c menyatakan bahwa; Sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga, yang merupakan sumbangan untuk membina, mengembangkan dan mengkoordinasikan suatu atau gabungan organisasi cabang/jenis olahraga prestasi yang disampaikan melalui lembaga pembinaan olah raga. syaratnya jumlah sumbagan yang bisa dibiayakan sebesar 5% dari laba netto fiskal tahun sebelumnya.

  2. Fauzul says:

    mau nanya ni Min, kalau misalkan dana CSR itu buat Imbalan atau hadiah dalam sebuah perlombaan bisa tidak???

  3. Naibaho, Mangasi says:

    Sebaiknya, dalam UU-PT dicantumkan pasal yg mengharuskan semua jenis korporasi ‘melaporkan’ kegiatan CSR nya setiap tahun kepada Walikota, dan laporan tersebut harus diketahui dan ditanda tangani oleh RW, Lurah, Camat dan beberapa tokoh masyarakat, dengan melampirkan bukti2 dalam bentuk photo. CSR bukan utk kita, tetapi utk generasi setelah kita. CSR dapat dipastikan mengurangi segala bentuk bencana alam, apalagi banjirrrr……

  4. ms7ssos says:

    wah….disintang kalimantan barat mana ada yang csrnya aktif, di sosialisikan secara transparan juga tidak ada. masius 085245454256

  5. gees says:

    dimana keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat ????? jangan tutup mata teruuuuusssss, kok dilakukan pembiaran sehingga bisa kongko-kongko dengan para pengusaha.

  6. henderson says:

    CSR memang sangat penting tetapi masih ada perusahaan yang menyembuyikan ini kepada masyarakat. tulisan bapak sangat menambah pengetahuan saya. thank’s

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s