MODUS PENIPUAN

perampokDibawah ini adalah cerita-cerita pengalaman orang-orang yang mengalami percobaan penipuan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.  Cerita-cerita ini aku dapatkan dari milis mmunpad18p@yahoogroups.com.  Berhubung isinya penting untuk mengetahui modus operasi sehingga kita bisa mengantisipasi kalau-kalau ada kejadian serupa terjadi pada kita atau kepada kerabat atau orang lain disekitar kita makanya aku memasukkannya kedalam blog ini.

 

CERITA 1

Beberapa waktu lalu (Di Bandung) kira2 jam 10 malam, tepatnya di sekitar jalan Riau (yg byk factory Outlet) temen gua baru pulang dari Cafe, lagi nyetir dgn kecepatan normal kira2 60 Km per jam, Tiba2 dr belakang ada mobil yg mendekat.. dan terus mendekat, sampai akhirnya mobil yg dibelekang itu nabrak bagian belakang mobil temen gua.Nambraknya sih ga terlalu keras, biasa aja. tapi ternyata ini bagian dari rencana mereka. Seperti orang pada umumya, biasa kita langsung ke pinggir jalan utk periksa keadaan mobil kita. Dan mobil si penabrak pun ikut ketepi seperti org baik2 yg mau tanggung jawab). Waktu itu jalanan emang udah rada sepi.
Tiba2 mereka turun bbrp orang, dan langsung ngepung mobil temen gua. bahkan ada yg langsung masuk ke mobil temen gua. Mereka akhirnya maksa untuk minta uang dll, dengan ngancam pake senjata.Dengan terpaksa temen gua ngerelain HP, barang2 berharga dan uang diambil org2 itu. Ati2 untuk kalian yg lagi jalan2 ke Bandung, kalo sampe ada yg nabrak atau serempet mobil kita pas di jalan sepi.. HATI-HATI… mungkin itu bagian dari rencana mereka supaya kita ber
henti dan bisa ditodong.


CERITA 2

Dari surat pembaca Kompas, Sabtu, 11 Oktober 2008. Penipuan Gaya Baru:

 Bertemu di Kafe dan Pinjam Ponsel. Pada Sabtu, 27 September 2008 sekitar pukul 18.30, saya menerima telepon dari seorang yang mengaku sebagai pilot Garuda dengan nama Indra Nugraha. Dia meminta saya berjumpa dengannya malam itu juga di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan. Alasan perjumpaan, dia akan mudik ke SurabayaSetelah kami bertemu, dia lupa akan alasannya pada pembicaraan di telepon: mudik ke Surabaya. Sekarang dia bilang mau terbang ke Guang Zhou. Kami bertemu di The Coffee Bean. Orang itu berpakaian perlente dengan nama lengkap terpasang di dada. Bicaranya amat sopan. Katanya dia punya tiga anak yang akan dimasukkan kursus di tempat saya bersama empat anak temannya. Dia bilang kemudian, sebentar lagi temannya segera menyusul. Masih terperangkap macet di jalan. Dengan dalih baterai ponselnya habis, dia bilang temannya bernama Iwan akan meneleponnya melalui ponsel saya. Iwan pun menelepon saya dan meminta bicara dengan Indra. Dengan alasan sinyal kurang bagus, Indra menelepon di luar kafe sambil menitipkan barang-barangnya di meja tempat kami minum kopi. Kecurigaan saya baru muncul setelah 30 menit dia tak kembali. Saya mencoba menelpon nomor XL saya berkali-kali, tetapi tak ada jawaban. Pihak The Coffee Bean sangat kooperatif membantu saya dan akhirnya kami bersama-sama membuka isi tas yang Indra titipkan. Tas itu berisi koran bekas dan dus kosong. Setelah sadar bahwa Indra telah menipu, saya mencoba menelepon layanan pelanggan XL supaya nomor saya diblok. Keesokan paginya saya menerima banyak telepon ke nomor ponsel saya yang lain. Isinya, mereka telah menerima SMS dari nomor XL saya dan menyebutkan bahwa saya dalam keadaan terdesak dan meminjam uang Rp. 1 juta – Rp. 5 juta untuk ditransfer ke rekening BCA atas nama A. Hartama dengan nomor rekening 1340827429 dan akan diganti keesokan harinya. DIAN SUKMAWAN
Jalan Suka Menanti 101, Cengkareng, Jakarta

 

CERITA 3

Penipuan ini terjadi kira-kira 5 hari yang lalu. Nama dan identitas kami rahasiakan untuk menjaga aja kalo email ini menyebar kamana-mana. Saya merasa berkewajiban berbagi cerita agar tidak ada korban penipuan dengan modus seperti ini. Saya juga minta komentar dan pendapat dari temen-temen tentang hal ini, coz saya juga penasaran kenapa penipunya bisa canggih banget ya….??? Lima Hari yang lalu sekitar jam 11 siang saya ditelpon dari no telp 081513531213 yang mengaku dari Polda Metro Jaya. “Halo apa benar ini dengan nomor 0815 xxx xxxx ?” Kemudian saya jawab, “Benar, ini dari mana ya..?? “Ini dari Polda Metro Jaya, begini bu… no telpon ibu ini sudah digunakan untuk Sindikat Narkoba, tapi dalam hal ini ibu tidak terlibat, kami hanya minta kerjasamanya untuk mematikan handphone ibu, karena kami akan mengadakan penyidikan dan pelacakan jadi kami perlu kerjasamanya untuk mematikan HP, kira-kira sampai dengan jam 1 ibu bisa menyalakan hp ibu lagi” Saat itu saya bingung tapi juga curiga, “Lho kok bisa no.hp saya digunakan untuk sindikat narkoba, gimana caranya..??? ” (kemudian terdengar suara-sura dijalanan yang berisik…) “Iya bu bisa, untuk itu kami mohon kerjasamanya untuk mematikan hp..!!!!” dengan nada menyidik saya tanya lagi, “Ini saya bicara dengan siapa ya?” “Saya Inspektur Satu Sumantri dari Bagian Narkoba Polda Metro Jaya” Kemudian saya catat identitas si penelepon. “Mohon segera matikan hp ibu karena kami akan mengadakan penyidikan.. !!”(terdengar suara-suara kendaraan dan tut…tut..tut. .. telpon mati)

Saat itu saya masih bingung tapi tidak langsung percaya, dan saya TIDAK
mematikan hp, 1 menit kemudian saya ditelpon lagi dg no telp yang sama 081513531213, tapi tidak saya angkat. dan hp saya berdering terus tidak berhenti dari no.telp yang sama. Pada saat itu juga saya langsung telpon Polsek Setiabudi. Saya cerita tentang telpon yang mengaku dari Polda, yang menjawab telpon bilang kalau dari Polda tidak ada seperti itu, tapi kalau memang tidak perlu hp ya matikan saja.. kan gak ada salahnya, trus saya jawab juga kalau untuk penipuan bagaimana? dan pada saat itu hp saya bunyi terus dari nomer yang sama, dan tidak saya angkat.

Kemudian saya menelpon suami saya yang kebetulan sedang berada di luar kota. Saya cerita tentang telpon itu dan make sure kalo dia baik-baik aja dan hati-hati. Hp saya masih saja bunyi dari nomer yang sama tapi saya tutup aja…. Kemudian saya juga menghubungi security ditempat tinggal saya. Yang saya tahu security ditempat tinggal saya dibawah pengawasan langsung dari Polda Metro Jaya, jadi pasti punya akses langsung ke Polda.

Setelah saya lapor, langsung pihak security menelpon ke Polda Metro Jaya Bagian Narkoba, dan ternyata tidak ada yang namanya Inspektur 1 Sumantri di bag. Narkoba, dan tidak ada kegiatan penyidikan yang mengharuskan mematikan hp. Jadi dalam hal ini saya benar-benar dibohongi… .. dan saya masih curiga juga… ini pasti penipuan.. tapi siapa yang ditipu..??? Dan Hp saya masih terus bunyi dari nomer yang sama, memang orang itu gak kenal menyerah…. . Saya langsung menelpon saudara-saudara dan sahabat-sahabat saya di Jakarta . Kemudian ada telpon masuk lagi tapi kali ini dari mertua saya yang di luar kota, dan langsung saya angkat “Halo kamu baik-baik aja kan ..??” “Iya ma.. emang knapa…???” “Lho tadi papamu telpon kantanya kamu kecelakaan..” MasyaAllah.. …
Ternyata penipu itu menipu orang tua saya yang ada di luar kota ….!!!! Langsung saya telpon orangtua, kemudian beliau cerita tadi ditelpon dari kantor polisi di Jakarta. Orang yang mengaku polisi itu bilang kalau saya kecelakaan dengan mobil tanki pertamina, dan saya sekarang luka parah di RSCM. Ayah saya menelpon RSCM dan berbicara dengan orang yang mengaku dr. Listyo, dia mengaku telah merawat saya dan menerangkan secara medis luka serius yang saya alami dan kebutuhan pengobatan yang tidak tersedia di Jakarta. Obat-obat dan pen untuk patah
kaki saya hanya ada di apotek Singapore dengan biaya sekitar Rp.21 juta.

Ayah saya diminta mentransfer uang sebesar Rp. 21 juta. karena urusan transfer-mentransfe r uang, ayah saya masih belum terlalu percaya, beliau mencoba menghubungi HP. saya dgn nomor 0815 xxx xxxx (prabayar), kemudian ada yang mengangkat dan mengaku bernama Agus. si Agus ini bilang kalo dia adalah teman suami saya dan sekarang menjaga di rumah karena di rumah tidak ada orang, dia juga bercerita kalau tadi banyak polisi datang ke rumah mengabari kecelakaan mobil yang saya alami dan sekarang suami saya sedang ke RSCM. Dari situ ayah saya mulai panik, sudah percaya dan hampir menyiapkan uang sebesar Rp. 21 juta yg diminta Kemudian ayah saya menelpon mertua saya yang tinggal satu kota, mengabari kecelakaan itu, mertua saya juga ikut panik.

Alhamdulillah. …..mertua saya ingat kalau suami saya sedang tugas di luar kota , jadi kok bisa ada di rumah sakit…???? Orang tua saya juga menggunakan telpon yang lain untuk menelpon, karena telpon yang satunya terus-menerus berdering dari rumah sakit yang meminta ayah saya segera mentransfer uang untuk pengobatan. Orang tua dan mertua saya mencoba menelpon saudara-saudara saya di Jakarta untuk mengecek kebenaran telpon tadi. Tapi anehnya saudara-saudara saya tidak bisa menghubungi hp saya, padahal saya tidak mematikan hp.

Kemudian terakhir kalinya yang mengaku dokter tadi menelpon, diterima oleh adik saya, begitu orang tersebut meminta untuk mentransfer uang, oleh adik saya dijawab, “Kakak saya sudah dicover oleh Asuransi, jadi nanti masalah biaya-biaya, Asuransi yang urus semuanya”. Telpon langsung terputus dan orang tersebut tidak meneror orang tua saya lagi.

Alhamdulillah. … Puji Syukur kehadirat Allah, kami sekeluarga terhindar dari penipuan itu. Ini semua cobaan dan untuk pelajaran kita semua…… Sekarang yang membuat saya penasaran dengan modus penipuan ini:….!!!!

1. Bagaimana orang tersebut bisa memblok dan menyadap no telpon orang tua saya dan no HP saya, jadi kamanapun ayah saya telpon masuknya ke penipu-penipu itu juga yang angkat telpon. saya service, coz sudah sebulan ini saya service HP di Nokia Service Centre Mampang, dan sampe sekarang hp saya rawat inap terus gak sembuh-sembuh.

2. Darimana penipu itu bisa tau data saya dan orang tua saya, juga posisi saya yang berlainan kota dengan orang tua? Mungkin gak sih data-data kita di Bank bisa bocor…??? Atau mungkin gak dari HP yang pernah

3. Bagaimana dengan pengkloningan no telp? Benar gak sih no telp Pra Bayar bisa dikloning & didouble line…??? Bagaimana dengan pasca bayar?

4. Saya juga sudah lapor ke Satelindo dan katanya sedang diinvestigasi karena banyak pengaduan tentang hal ini, dan ternyata nomor 081513531213 sudah ada note: no. ini digunakan untuk penipuan.

So… kalo temen-temen ada yang tau tentang teknologi canggih yang digunakan untuk penipuan ini, terutama teman-teman dari TELKOM & INDOSAT tolong.. dong bagi-bagi ilmunya ke kita kenapa bisa terjadi seperti itu dan gimana cararanya untuk antisipasi supaya next time penipuan seperti ini tidak terjadi lagi. Karena saya pernah dengar di radio penipuan seperti ini sudah ada yang kena dan mentransfer uang jutaan rupiah……Waspadalah..waspadalah..


CERITA 4

Pemerasan Gaya Baru Pemerasan Modus Baru (Lagi)

Guys… saya ingin menceritakan kejadian yang menimpa keluarga saya pada hari minggu kemarin (18 Januari 2009). Saya sekeluarga hendak makan di Muara Karang restoran Gembira, saat hendak parkir di restoran tersebut, seorang tukang parkir menyuruh mobil saya untuk masuk ke tempat yang kebetulan kosong di depan restoran tersebut, tapi tiba tiba saat mobil saya selesai parkir dan belum sempat mesin dimatikan, ada seorang pemuda berperawakan tinggi, kulit putih, berusia sekitar akhir 30-an atau awal 40-an, kepala sedikit botak dibagian depan mengedor ngedor jendela mobil, akhirnya papa saya pun membuka kaca jendela dan bertanya ada apa, tanpa penjelasan apa apa, orang tersebut langsung melayangkan tinju kepada papa saya . Untung saja, kakak saya sempat menahan tinju orang tersebut dan langsung turun dari mobil sehingga terjadi adu mulut. Mama saya pun jadi panik dan segera turun mobil… Saat mama saya turun mobil, terdapat kakek yang sudah tua menghalangi mama saya dan ingin menamparnya. Untung saja yang kena hanya kacamata mama saya dan patah. Kemudian orang orang ramai berkumpul di tempat kami. Papa saya pun karena paniknya hanya sempat mengunci pintu TANPA MENUTUP jendela depan yang sudah dibukanya. Dari adu mulut tersebut, kami dituduh merebut tempat parkir orang tersebut. Saat kami berkata agar bertanya lebih lanjut kepada tukang parkir, orang tersebut (Perawakan cukup tinggi) malah marah dan hendak memukul papa saya lagi, tapi untung juga kacamata yg jadi sasaran, kakak saya hendak menarik orang tersebut menjauh dari papa saya tapi yang tertarik hanya bajunya sehingga merobek baju orang tersebut. Saat papa, mama dan kakak saya diamankan dari orang orang yang menurut saya cukup GILA tersebut, orang yang berperawakan tinggi tersebut tiba tiba berjalan menuju mobil kami dan hendak mengambil kunci mobil, mungkin orang tersebut melihat jendela tidak dikunci dan berpikiran bahwa kunci mobil juga di tinggal oleh papa saya karena panik sehingga mau mengambil kunci mobil kami. Syukurlah…. Kunci mobil tidak tertinggal, karena kesal tidak mendapat apa pun, wiper mobil belakang kami menjadi sasaran, dipatahkan oleh orang yang berperawakan tinggi, sedangkan kakek tua tersebut sudah masuk ke dalam mobil. Saya yang melihat kejadian tersebut marah, dan memukul mobil orang tersebut, tapi ada warga yang menarik saya karena warga yang ikut melihat kejadian tersebut melihat bahwa orang yang duduk di mobil belakang mengacung acungkan kunci pembuka ban mobil yang tersebut dari besi untuk dipukul ke saya. Akhirnya mobil tersebut melesat pergi dan sempat mengeluarkan ancaman ke tuakng parkir bahwa dia akan kembali lagi. Kami sempat bingung dengan apa yang terjadi dan akhirnya kami dan warga pun bertanya apa sebenarnya yang terjadi pada tukang parkir karena kami yang tidak tau apa apa menjadi sasaran dan dituduh merebut tempat parkir orang tersebut. Dari keterangan tukang parkir tersebut didapat kronologi tersebut:

1.      Mobil tersebut sudah cukup lama menepi di pinggir jalan

2.      Tukang parkir bertanya, apakah ingin parkir, orang yang berperawakan tinggi tersebut menjawab tidak sehingga tukang parkir berpikiran bahwa mobil hanya ingin menunggu atau menepi saja

3.      Mobil saya datang dan kemudian tukang parkir memberikan tempat tersebut kepada mobil saya

4.      selanjutnya mobil saya masuk dan orang tersebut mulai melaksanakan aksinya.

Dari keterangan tersebut, warga warga serta satpam setempat (yang akhirnya datang) berpendapat bahwa hal tersebut sengaja mereka lakukan, jika papa saya melawan dan melukai kakek renta itu (itu yang menjadi tujuan mereka), maka mereka akan meminta ganti rugi. Syukurlah, papa , mama dan kakak saya hanya marah marah tanpa main tangan walaupun sudah dipancing pancing oleh mereka.

Saya tidak sempat melihat nomor polisi mobil tersebut tapi salah satu warga sempat mencatatnya. B 3989 MR, Nissan Serena, karena sudah malam, saya kurang jelas melihat warna mobil, mungkin bewarna emas muda metalik.

HATI HATI !!! Jika teman teman mengalami nasib serupa, mohon tenang dan jangan panik. Jangan melawan kakek yang sudah tua (apalagi sampai main tangan) karena itu tujuan utama mereka. Modus kali ini justru sengaja mencari tempat yang ramai dengan tujuan jika kita main tangan dan melukai kakek tersebut akan ada saksi mata. KEJADIAN BURUK INI MENIMPA MEREKA.

MOHON SEBAR LUASKAN KEPADA TEMAN TEMAN DAN ORANG YANG KALIAN SAYANGI. JANGAN SAMPAI

CERITA 5

Modus penipuan Yellow Pages (Palsu)…


Beberapa waktu lalu ada orang yg telp ke toko gua, yg ngaku nya dari Yellow Pages Telkom.Ga lama kemudian kurir orang tersebut dateng, dgn bawa semua formulir, brosur dll.
Setelah lama menjelaskan semua hal ttg prosedur iklan, akhirnya dia mau minta uang DP untuk iklan kalo gua mau katanya. Tapi ada beberapa hal yg mencurigakan. . kira2 hal2 ini yg mencurigakan.

1.      Kurir/Sales tersebut ga pake Nametag Telkom.

2.. Harga iklan bisa di nego sampe turun 50 % lebih.

3. Kartu nama pun ga bawa.

4. Keliatan agak memaksa, and buru2 waktu ngasih penjelasan.

Akhirnya setelah beberapa pertimbangan gua setuju mau pasang iklan di Yellow Pages, dengan beberapa syarat (karena uda dikit curiga), Ok gua jadi pasang iklan tapi ga mau ngasih DP, gua alesan aja supaya bayarnya ntar aja setelah terbit bukunya. Setelah beberapa saat berdebat, akhirnya kurir itu ngalah, dan setuju. trus gua isi form ttg iklan tersebut. Gua ga lupa jg minta No. HP kurir tersebut, and LANGSUNG gua Tlp ke HP nya, Soalnya takut no. Palsu ! Pas begitu, kurir tersebut kaget.. Langsung aja gua bilang, Soalnya Pak kalo No. HP ini beda ama yg dikasih saya gimana ntar kalo mo tanya2 lagi. Trus setelah dia nyadar gua uda curiga dia buru2 pergi.

Form aplikasi yg gua uda tanda tangan, gua tetep pegang. Trus gua cek tlp ke Kantor Telkom. Dan ternyata emang gadungan itu orang.. ATI-ATI BANYAK BANGET MODUS PENIPUAN IKLAN YG SEPERTI ITU.. Rata2 mereka pengen di DP kira2 20-30% dari biaya iklan (rata2 yah sekitar 250-500 rb). Bayangin kalo 10 toko aja dia uda tipu mayan gede man duitnya..

Tips: Kalo ada yg ngaku2 dari suatu perusahaan buat iklan dll, langsung tlp ke perusahaan tersebut tapi jgn tlp ke No yg dia kasih, tanya ke 108 (telkom) no tlp perusahaan nya, lalu cek sendiri. Mudah2an berguna.

 

About these ads
This entry was posted in Milis. Bookmark the permalink.

3 Responses to MODUS PENIPUAN

  1. andre says:

    saya juga pernah menjadi korban percobaan penipuan yang berkedok undian hadiah dari xl dan saya sempat memberikan nomor rekening , menurut anda apakah saya harus ganti nomor rekening atau tidak yah???thx..

  2. Sumurung says:

    aku juga punya pengalaman serupa lae, pernah ditelepon seseorang dan dikatakan mendapatkan hadiah dari telkomsel sebuah mobil. Semua yang dia bilang aku penuhi semua, akhirnya dia sadar kalau aku mengetahui percobaan penipuan yang dia lakukan dan dengan ketus dia memutus pembicaraan telepon itu. :-) Aku setuju dengan pesan atau kesimpulan yang lae tulis diatas. mainkan insting, jangan cepat tergoda dengan iming-iming hadiah dan tetap berdoa supaya kita lepas dari perbuatan jahat. Horas juga lae..

  3. Nathanael Nainggolan says:

    Memang segala macam cara dilakukan oleh penipu profesional. Kalau aku yakin bahwa pelakunya merupakan unsur kejahatan teringtegrasi dan melibatkan orang dalam.
    Pengalaman pribadi kami :
    1. Pada pagi hari sekitar jam 7 pernah ada telepon rumah masuk dan mengatakan kepada orang tua saya ” selamat pagi pak, kami ucapkan selamat bapak telah memenangkan 1 hadiah mobil timor, dari hasil undian berhadiah dari telkom” dan utk itu bapak harus mengirim sejumlah dana utk biaya administrasi dan biaya mobilisasi mobil tersebut dari jakarta ke duri. Saya ingat hari itu adalah hari sabtu. Kemudian orang tua saya kaget dan setengah percaya langsung membangunkan saya utk bicara sama orang tersebut..saya langsung tahu bahwa ini adalah penipuan langsung saja ngomong sama beliau: begini aja pak..kirim aja mobilnya kemari, nanti biayanya saya ganti kalau sudah sampai dan saya terima dengan baik..dan dia akhirnya pun tidak melanjutkan omongan bullshitnya lagi.
    2. Kedua. Kejadian terjadi dirumah keponakan saya. Keponakan saya sebulan yang lalu membeli sebuah handphone, dan pada saat pembelian dia mengisi formulir undian berhadiah. Dan selepas sebulan itu, kami menerima surat bahwa keponakan saya menang undian hp tersebut, dan saya ingat kejadian itu pun terjadi hari sabtu. Dan hebatnya hadiahnya mobil sebuah mobil honda jazz, dan lengkap dari pernyataan notaris, dan dari mabes polri, dan kami pun diminta utk menelpon panitia senyembara. Setelah ditelp beliau meminta dikirim biaya mobilisasi dari jakarta dan menghubungi bagian promosi utk konfirmasi dan notaris sesuai kop suratnya. Untungya kita sadar ini modus yang sama, makanya langsung dilabrak oleh ipar saya.

    Kesimpulan kita:
    Dalam 2 hal diatas, selalu terjadi di hari sabtu, dan mereka selalu meminta transfer via atm, dan anehnya, formulir senyembara HP tersebut adalah memang asli yang diisi oleh keponakan saya dan alamat serta tandatangan yang asli. Berarti si pemain senyembara adalah bagian dari penipu yang terintegrasi tersebut. Makanya hati-hatilah mengikuti senyembara dan memberikan data-data pribadi. Mainkan insting dan tetap berdoa kepada Nya. Semoga Tuhan melidungi kita. Horas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s