TANTANGAN GEREJA MASA KINI DITENGAH MASYARAKAT

pgiJudul diatas  adalah judul topik yang  dibahas oleh Pdt.D.Dr.SAE Nababan LID  pada saat dia datang ke Duri(sabtu 7 Maret 2009) untuk memberikan pembekalan kepada calon anggota legislatif daerah Riau ini. Acara ini sendiri diadakan oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Cabang Bengkalis Riau dan ini adalah kegitan pertama PGI Kabupaten Bengkalis yang pertama sejak kita dilantik 12 November 2007 yang lewat. J Aku tidak akan banyak membahas topic yang dibawakan Ketua Dewan Gereja-Gereja Sedunia secara spesifik tetapi aku coba memberikan gambaran besarnya sedangkan  pada sesi  tanya jawab peserta lebih banyak bertanya tentang politik dari pada topik yang dibahas oleh SAE Nababan.  SAE Nababan pada saat memaparkan pemikirannya secara lisan menekankan pada perkembangan globalisasi sebagai salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh gereja masa kini. Ciri-ciri globalisasi yang dia anggap sebagai sesuatu yang jahat adalah proyek global. Proyel Global ini ditandai dengan adanya pengelembungan proyek dan berkembangnya roh mahmonisme. Mengutip buku Economic Hit Man karangan John Perkins, dia mengatakan bahwa pengelembungan dana proyek dilakukan oleh pemilik modal yang dia sebut kaum kapitalis untuk kepentingan pemilik dana itu sendiri. Modus operasinya adalah dengan memberikan bantuan dana untuk proyek tertentu tetapi agenda tersembunyinya adalah dana tersebut akan balik kembali kepada pemilik dana. Roh mammonisme menurut dia adalah ketamakan atau kerakusan. Dia memberikan contoh mengenai CEO diperusahaan-perusahaan besar yang memdapatkan gaji sangat tinggi sekali sehingga menghasilkan kesenjangan yang sangat besar. Walaupun begitu dia melihat kebaikan dari proses globalisasi ini seperti, terjadinya demokratisasi di Indonesia yang di awali dengan proses reformasi. Repormasi menurut dia sudah lama dikenal didalam kehidupan gereja, dia mencontohkan reformasi yang pernah dilakukan oleh Marthin Luther.

Politik dan Gereja

Menurut dia politik itu adalah seni memerintah dan demokrasi. Walaupun proses politik dan demokrasi belum sempurna dia menyarankan kepada peserta yang hadir untuk:

1.      Mampu memamfaatkan kesempatan yang ada untuk  pemerintahan yang baik

2.      Tidak golput.

Dia juga mengatakan syarat kepemimpinan yang baik menurut Keluaran 18:21 yaitu

1.      Mampu

2.      Takut akan allah yaitu menghormati hukum-hukum allah

3.      Dapat dipercaya

Untuk ini dia mencontohkan seorang pemimpin yang baik harus mampu tepat waktu. Dia mengemukan pengalaman selama jadi pemimpin selalu tepat waktu dan dia sudah dikenal banyak orang karena kedisiplinannya ini terhadap waktu.

 

4.      Benci pada pengejaran suap

Dia juga menganjurkan untuk melihat track record calon anggota legistatif untuk dijadikan sebagai referensi sebelum menentukan pilihan. Disini dia juga menyindir gereja yang mau memamfaatkan caleg ini untuk mendapatkan bantuan dan cenderung memaksa. Dia mencontohkan ada caleg yang bertelepon dengan dia dan mengadukan ada gereja di Medan yang meminta uang untuk kepentingan diakononia gereja. Belian marah dengan ini dan mengatakan itu perbuatan suap dan tidak seharusnya dilakukan oleh gereja. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana gereja mendapatkan dananya untuk membiayai aktifitasnya? Dia mengutip 2 Korintus 8 ayat 12-15

8:12 Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.

8:13 Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.

8:14 Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.

8:15 Seperti ada tertulis: “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.

Dia mengatakan orang-orang yang mempunyai kelebihan harus memberikan kepada orang-orang yang berkekurang. Dengan begini akan terjadi keseimbangan dan gereja dapat melakukan aktifitasnya.

Sampai disini dia berhenti memaparkan pemikirannya kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab sebelum diakhiri dengan kebaktian penutup setelah sebelumnya dibuka juga dengan kebaktian pembuka.

Sebelum acara ini dimulai aku sempat berbincang-bincang dengan mantan efhorus HKBP itu mengenai aktifitas pribadi dia dan harapan dia terhadap gereja. Sungguh orang tua yang cerdas, pada umur 76 ini dia masih harus memimpin dewan gereja-gereja sedunia dan masih kuat untuk melakukan perjalanan jauh. Dia mengatakan akan melakakukan perjalan ke Amerika dua hari lagi dari hari ini untuk keperluan tertentu. Dia juga mengatakan ketidaksukaannya terhadap pembangunan fisik gereja dan menganjurkan agar pembangunan manusia harus lebih diutamakan. Ketika aku sampaikan hari ini ada 2(dua) gereja HKBP yang mengadakan pesta gereja, dia sangat kecewa dengan keadaan itu.  Aku menilai dia ini pemimpin yang idealis sehingga banyak pro dan kontra dengan kemimpinannya. Dia tidak segan-segan mengatakan yang buruk kalau memang itu buruk walaupun itu menyangkut profesi pendeta atau oknum pendeta yang buruk. Berikut ini sedikit biografi D.Dr.SAE Nababan, LID setelah direvisi oleh dia. Awalnya data ini aku dapatkan dari wikipedia.com dan ketika melihatnya dia meminta aku untuk melakukan beberapa perbaikan.

SAE Nababan

pdtdrsaenababan

D.Dr. Soritua A.E. Nababan, LlD adalah seorang pendeta dan tokoh gereja di Indonesia.

Nababan dilahirkan pada 1933. Ia menempuh pendidikannya di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta dan lulus pada 1956 dengan gelar Sarjana Theologia. Ia mendapat beasiswa dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Heidelberg dan lulus dengan gelar Doktor Theologia pada 1963.

Pada 19871998 ia menjabat sebagai Ephorus (uskup) Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), sebuah gereja beraliran Lutheran di Indonesia.

Jabatan-jabatan lain yang pernah dipegangnya Sekretaris Umum Dewan Gereja-Gereja di Indonesia(DGI)pada 19671984 dan kemudian Ketua Umum pertama dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia(PGI) pada 19841987.

Nababan banyak terlibat dalam organisasi gereja di tingkat dunia. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pemuda Dewan Gereja-gereja Asia (19631967) dan belakangan Presiden dari lembaga yang sama (19901995), Wakil Ketua dari Komite Sentral Dewan Gereja-gereja se-Dunia(DGD) (19831998), Wakil Presiden Federasi Lutheran se-Dunia dan anggota Komite Eksekutif dari lembaga-lembaga yang sama. Nababan juga menjabat sebagai Ketua pertama dari Vereinte Evangelische Mission (United Evangelical Mission), sebuah lembaga misi internasional yang terdiri atas 34 gereja anggota yang tersebar di Afrika, Asia, dan Jerman. Dalam Sidang Raya ke-9 Dewan Gereja-gereja se-Dunia di Porto Alegre, Brasil pada tahun 2006, Nababan terpilih menjadi salah seorang Presiden dari lembaga persekutuan gereja-gereja sedunia itu yang beranggotakan gereja-gereja Protestan, Anglikan dan Ortodoks.

Keluarga

Nababan menikah dan mempunyai tiga orang anak laki-laki, seorang anak perempuan serta tiga orang cucu. Dua orang dari saudara-saudara kandungnya adalah Panda Nababan, anggota DPR Republik Indonesia dari PDI-P dan Asmara Nababan, tokoh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to TANTANGAN GEREJA MASA KINI DITENGAH MASYARAKAT

  1. Sumurung says:

    biasa saja pak marbun..caleg untuk dapil bengkalis-dumai saja yang banyak hadir kris. belum banyak kita cerita tentang hkbp tapi sepertinya dia sekarang lebih banyak melihat dari perspektif jemaat saja dan seperti biasa kris, kritik tetap saja pedas terhadap gereja dan pendeta tidak melulu jemaat yang dia salahkan seperti imam-iman yang lain.🙂

  2. Ch Marbun says:

    Hebat kau bah… sdh bicara langsung dengan pemimpin gereja dunia. Kalau bisa, kau buat juga siapa caleg Riau yang hadir di sana Bos.
    Isu yang ku dapat, di kepemimpinan SAE ini seorang office boy di kantor pusat di kirim ke Jerman untuk belajar tetang peternakan.
    SAE ini salah indolaku juga Bos. Sayang SAE ini tidak dipakai secara maksimal di HKBP (menurutku), jadi luar negeri yang dibangungnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s