Amandemen AP

Oleh SumurunG

Sering sekali dalam percakapan dengan sesama jemaat HKBP,  aku ketahui bahwa ternyata tidak banyak yang  tahu mengenai aturan dan peraturan HKBP. Ini bisa saja menunjukkan ketidakpedulian dan tidak adanya rasa memiliki jemaat terhadap gerejanya atau mungkin  saja dikondisikan begitu. Kalau aku cendurung melihat bahwa memang dikondisikan agar jemaat tidak begitu peduli dengan AP ini, buktinya sejak aturan dan peraturan tahun 2002 itu dibuat tidak ada sosialisasi ataupun penjelasan sedikitpun mengenai AP itu.  Padahal penjelasan mengenai Aturan dan Peraturan sangat penting untuk dijelaskan kepada jemaat agar jemaat mengerti mengenai hak dan kewajibannya sebagai jemaat. AP ini juga penting untuk mengatur tata cara pengelolaan organisasi yang namanya HKBP ini sehingga jemaat bisa berperan aktif untuk ikut membantu jalannya organisasi ini sekaligus mengawasi. Kalau jemaat tidak mengetahui Aturan dan Peraturan, bagaimana dia mengetahui hak dan kewajibannya atau bagaimana dia bisa ikut terlibat untuk membangun HKBP.

Kemarin waktu membaca majalah immanuel, aku ketahui bahwa sudah dibentuk tim khusus untuk mengamandemen aturan dan peraturan hkbp seperti dapat dilihat pada my shared file. Aku harapkan tim ini bekerja dengan baik sehingga bisa menghasilkan aturan dan peraturan yang baik pula yang sesuai dengan kondisi saat ini dan juga mempertimbangkan perkembangan dan tantangan masa depan. Aku harapkan juga dalam aturan yang baru nanti harus memberikan desentralisasi tugas dan tanggung jawab sehingga jemaat dan pimpinan jemaat didaerah bisa lebih kreatif untuk mengembangkan HKBP ini. Buat aku maju-mundur hkbp ini ditentukan oleh tiap-tiap resort karena itu penting untuk mengembangkan resort sehingga pertumbuhan itu dari bawah keatas.

Beberapa waktu yang lewat sebelum sinode godang hkbp bulan september 2008, aku diajak Pdt.P.sitompul dan beberapa pendeta HKBP lainnya pernah mengusulkan kepada Praeses bahwa sebelum para utusan sinode itu berangkat ke Tarutung untuk menghadiri sinode, sebaiknya diberikan kesempatan kepada jemaat untuk menyampaikan aspirasinya untuk disampaikan diforum sinode itu. Hasilnya waktu itu adalah tidak mungkin dilakukan seperti itu karena tidak ada aturan yang mengharuskan begitu. Bagi aku itu aneh!.. Bukanya baik kalau mereka berangkat sinode dengan bekal aspirasi jemaatnya!..  :-)  Hal-hal seperti inilah yang seharusnya diperbaiki dalam sistem HKBP itu.

Aku mengundang kawan-kawan diblog ini untuk bisa memberikan saran, ide, kritik dan usulan yang mungkin nanti bisa kita berikan kepada tim amandemen ini. J Aturan dan Peraturan yang akan di amandemen itu bisa didapatkan pada blog ini juga pada page my shared file. Kalaupun tidak mungkin untuk berartisipasi, kita dapat bersama-sama mensosialisasikan AP yang nanti sudah di amandemen itu, paling tidak kita tahu perkembangnya. 🙂

 SK Tim Amandeman Aturan dan Peraturan HKBP

 

                                    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Lampiran SK Amandemen

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 Responses to Amandemen AP

  1. christian says:

    Maunya dalam hal pembahasan di Ressort, maunya diundang seluruh jemaat. Jangan perwakilan saja. Toh yang datang sedikit aku rasa.
    Menurut aku, kadang-kadang memang jemaat yang tidak mau tahu dengan AP HKBP.
    Bisa di coba Amang St. Nainggolan, adakan sosialisasi di Gereja, apakah banyak yang hadir diluar PARHALADO gereja.

  2. Sumurung says:

    rupanya kita melihat kenyataan yang sama lae. setelah amandemen ini selesai mudah-mudahan mereka mengadakan sosialisasi biar jemaat mengerti dan tahu bahwa hkbp ini mempunyai aturan dan peraturan.🙂 aku kuatir aturan yang baru ini juga menjadi pengetahuan kalangan terbatas juga nanti.

  3. Nathanael Nainggolan says:

    Ya, saya pun sangat sependapat dalam hal ini. Sepertinya memang SAMA SEKALI TIDAK ADA SOSIALISASI KEPADA JEMAAT HKBP TENTANG ATURAN DAN PERATURAN HKBP. Alai, hita pe sebagai jemaat memang tidak boleh tinggal diam (jadi penonton), harus juga jadi pemain, memang kita harus mencari tahu AP tersebut, karena utk memasuki organisasi saja harus kita ketahui juga AD/ART nya. Mengenai pendapat/opini jemaat yang dirasa tidak perlu dibawa ke sinode, saya menilai terlalu naif jika aspirasi dari warga tidak bisa dibawa ke rapat sinode, apa para parhalado kita lupa dia itu siapa????????????????????????????????
    Janganlah terulang seolah-olah beliau itu adalah pejabat, walaupun dia menjabat di struktural HKBP, beliau bukanlah pejabat, tapi tetap seorang PARHALADO. Oleh karena itu kita generasi muda, marilah kita dukung dan awasi HKBP kita ini, jangan ada istilah uluan HKBP/uluan Huria, karena bukan Pendeta/Ephorus yang jadi uluan, tapi JESUS KRISTUS, kalau dia mengganggap dirinya uluan (kepala) berarti dia merasa dirinya sebagai JESUS KRISTUS, mari kita majukan HKBP…because we love HKBP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s