Pricing Strategy

 

jlhangtuah-duriSurprise juga mendengar bahwa ada salah satu contractor yang berani buat penawaran lebih dari 20% dibawah harga owner estimate dengan nilai kontrak lebih dari 1 tryliun. Ckckck.. Kebetulan aku kenal dengan direktur perusahaan kontaktor(selanjutnya disebut kontraktor A) tersebut yang memang adalah kontraktor lokal riau ini. Minggu lalu aku pernah mencoba menelpon dia untuk konfirmasi tetapi yang bersangkutan belum bersedia untuk bertemu dengan alasan bahwa dia sudah ada janji dengan kawannya. :-(  Aku tidak tahu dasar pemikiran dia untuk menawar nilai pekerjaan serendah itu sampai harus turun 20% dibawah harga owner estimate. Selish harga the lowest bidder dengan nomor nomor dua disampaikan oleh seorang sahabat sampai dengan 100 milyar. Ckckck .. Aku juga tahu bahwa perusahaan ini memiliki kontrak kerja lain dengan chevron selain didaerah DSF ini. Sebelumnya perusahaan ini punya kontrak kerja juga didaerah DSF ini tetapi tidak langsung dengan user melainkan menjadi subcontractor. Jadi kalau mau dikatakan bahwa penawaran yang diajukannya adalah penawaran asal-asalan juga tidak tepat apalagi dengan resiko jaminan penawaran(bid bond) akan dicairkan oleh user. Perusahaan ini juga menjadi rekanan dibeberapa perusahaan lain selain chevron seperti pertamina, medco, rapp dan lain-lain.

Sepanjang pengetahuanku, selain nilai kontrak yang menjadi batas dari kontrak kerja tersebut adalah jangka waktu(time). Pekerjaan akan diberikan sesuai dengan WO atau work order yang diberikan oleh user. Dugaan aku, perusahaan A ini akan bermain-main diharga item penawaran yang menguntungkan dia dan berusaha sekuat tenaga dan pikiran menolak atau menunda item penawaran yang merugikan.  :-)  Dugaan yang kedua adalah perusahaan ini sedang mengincar pekerjaan lain dengan spesifikasi kerjaan yang sama atau mirip sehingga optimasi biaya bisa tercapai termasuk dalam pengunaan equipment dan tenaga kerja. Jika hal-hal diatas yang menjadi pertimbangan dari perusahaan A ini maka penawaran mereka kali ini adalah penawan yang cerdas sekaligus beresiko tinggi. Dugaan aku yang terakhir adalah adanya ekpektasi peningkatan nilai dollar atas rupiah sehingga perusahaan A mendapatkan keuntungan dari selisih kurs dengan syarat perusahaan ini berusaha mengunakan komponen lokal sebanyak-banyaknya.  Dugaan aku yang paling terakhir adalah perusahaan A ini sedang mencoba bunuh diri. 🙂 Yang jelas kalau perusahaan A ini berhasil melewati kontrak kerjanya kali ini dengan baik itu sebuah prestasi luar biasa dan perusahaan ini layak untuk bertanding ditingkat yang lebih tinggi lagi.

Pratik pricing strategi saat  ini lazim kita temukan pada perusahaan telekomunikasi seperti, esia, indosat, telkomsel, xl dan lain sebagainya. Pada perusahaan telekomunikasi harga dibuat murah dengan harapan customer mau beralih dan mengaktifkan kartu pertana dari produk mereka dengan harapan setelah memakai customer dapat konsisten dengan produk tersebut. Bedanya dengan perusahaan konrtraktor adalah harga ditentukan dengan proses tender sedangkan jasa yang ditawarkan lebih banyak ditentukan oleh customernya dan semuanya diikat dengan sebuah kontrak kerja, jadi tidak dimungkinkan untuk menganti harga dan jasa yang ditawarkan. Dalam buku teks managerial economics strategi pricing ini dinamakan incremental pricing. Dalam kasus ini dugaan aku strategi perusahaan A ini adalah membuat penawaran tinggi untuk jenis pekerjaan yang jelas-jelas disitu tidak mempunyai keunggulan sebaliknya membuat penawaran rendah untuk jenis pekerjaan yang dimana perusahaan tersebut memiliki keunggulan.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 Responses to Pricing Strategy

  1. Sumurung says:

    wah.. senang kita bisa dapat komen dari pak ferdinan ini.🙂 langsung kepersoalan inti. menurut aku, pasti ada yang mampu bertahan di “atmosfer” itu lae.. ada juga bocoran kalau perusahaan pemenang sudah mendapatkan business partner untuk mengerjakan proyek itu. company maksud lae ini user? itu pasti lae, seperti syair salah satu lagu iwan fals, “yang besar selalu menang”. he he..

  2. ferdinan hutabarat says:

    hmmm…
    pertanyaan berikut nya adalah, mungkinkah kawan-kawan subcontractor bisa bermain di dalam atmosfer yang panas itu?

    jelas ini kemenangan buat company, bukan contractor..

    horas jala gabe,

    ferdinan hutabarat

  3. jimmy ambarita says:

    Mudah-mudahan bukan bunuh diri lae..
    Walaupun sudah sungguh tidak sehat lagi lae.
    Tapi kalau kontrak CS kita ga bisa lihat nilai totalnya lae.
    Mungkin beberapa jenis pekerjaan ratenya bagus dan itu yang dikejar lae. Yang rate jelek diout sourcing lagi.. hehe..
    Kalau pun 50% dari seluruh item bisa dikerjakan selama 4tahun ini udah hebat itu.

    Selamat ya, perusahaan pemenang!

  4. Sumurung says:

    ya.. sai anggiat ma sukses lae. tulisan ini hanya pandangan orang dari luar saja lae yang kebetulan tahu sedikit mengenai perusahaan itu.🙂

  5. Nathanael Nainggolan says:

    Na jelas, ybs nunga melakukan perhitungan na sandiri, ibana do na mamboto keadaan cash flows na, dungi resiko-resiko na, sai anggiat ma sukses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s