Tipping Point ala Tim Sembilan

Tim Sembilan maksud saya disini adalah panitia pembangunan HKBP Simpang Padang Duri. Tim ini bertugas untuk mencari dana pembangunan gedung gereja baru sekaligus mendirikan bangunan gereja. Saya perhatikan tim sembilan ini berhasil menerapkan kepemimpinan tipping point karena strategi dan taktik yang mereka gunakan untuk mengumpukan dana dan membangun gedung gereja itu melalui tindakan-tindakan kecil yang realistis tetapi mampu menghasilkan perubahan besar. Sampai saat ini tim sembilan ini telah berhasil menbangun dua rumah tinggal buat pendeta dan biblevrow, kantor gereja dan memperbaiki pagar gereja sedangkan gedung gereja sedang dalam pengerjaan. Ini sebuah prestasi hebat.. Ada beberapa cara yang telah mereka lakukan menurut saya merupakan tindakan tipping point seperti,

 1. memberikan kesempatan yang sama kepada semua jemaat untuk berpartisipasi dalam panitia pesta. Panitia pesta ini berbeda dengan panitia pembangunan karena panitia pesta itu kerjanya hanya untuk penyelenggara pesta. Setiap panitia pesta selalu diberikan target tertentu.

 2. panitia ini biasanya bekerja dengan biaya sendiri. Tidak seperti kerja panitia yang sering terjadi, panitia pesta yang dibentuk ini harus mampu “manjahe” karena mereka harus mencari dana sendiri untuk penyelelanggaraan pesta ini makanya ketika pesta dimulai yang dihitung itu hanya uang masuk.

3. Membangun gedung dengan secara bertahap sesuai urgensinya.

Yang saya perhatikan mereka berhasil membangun sense of participation dari jemaat gereja ini dengan memberikan kesempatan yang sama untuk menjadi panitia pesta sehingga hampir semua jemaat gereja ini sudah terlibat aktif dalam proses pembangunan ini. Cara ini pada akhirnya juga mampu membangun sense of belonging dan sense of responsibility dari jemaat. Kanapa? Menurut saya karena keterlibatan jemaat itu secara aktif dimana mereka ikut dalam semua proses pembangunan gereja itu sehingga timbul kepercayaan terhadap tim sembilan. Kalau partisipasi jemaat sudah ada apapun masalahnya pasti ada jalan keluarnya tetapi sebaliknya juga kalau tim sembilan ini tidak menjalankan amanah dengan baik partisipasi jemaat untuk menghukum juga pasti ada.  :-)  

Meskipun begitu ada juga kritik membangun dari beberapa sahabat yang juga anggota jemaat HKBP Simpang Padang ini seperti sistem yang transparan dan akuntabel dari pengunaan dana. Ada saran dari seorang sahabat agar tim sembilan ini membuat sistem yang baik seperti layaknya sistem yang berlaku pada organisasi perusahaan. Misalnya dengan membuat SOP untuk semua pengeluaran untuk pembelian material atau pengeluaran lainnya. Ini bukan karena ketidakpercayaan tetapi dalam rangka menciptakan transparansi dan akuntabilitas sehingga apabila diadakan audit tim sembilan tidak kewalahan lagi nantinya. Sistem yang baik ini juga menjadi pertimbangan donatur terlebih-lebih donatur eksternal, apakah dia akan memberikan bantuan atau tidak.

Tulisan ini dibuat sebagai apresiasi saya terhadap kerja keras dari tim sembilan dan seluruh jemaat hkbp simpang padang karena kemarin(minggu 11-10-09) telah berhasil mengumpulkan sebanyak dana sebesar 170 juta rupiah. Perjalanan masih panjang dan kita masih harus bekerja keras lagi karena pekerjaan belum selesai. Saya harapkan agar tim sembilan ini tidak menyerah dan terus bekerja keras karena saya percaya dengan berdoa dan bekerja keras gedung gereja HKBP Simpang Padang Duri akan berdiri pada saatnya.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

4 Responses to Tipping Point ala Tim Sembilan

  1. christian says:

    Selamat buat Panitia. Mudah-mudahan jemaat tidak bosan dan malas menyumbang. Karena saya lihat pesta ini sudah untuk kesekian kalinya dibuat untuk pembangunan gereja kita ini.
    Saya sempat dihubungi seorang panitia untuk mencari dana dari anak jemaat HKBP Simpangpadang. Tetapi karena saya tidak punya data dan tidak ada yang saya kenal, jadi saya tidak bisa bekerja untuk mencari dana tersebut. Untuk itu saya mohon maaf.

  2. Tohap HS says:

    Dear Pembaca
    Thanks atas supportnya,sebenarnya tim Sembilan itu/ Panitia Pembangunan tidak ada apa-apanya, itu semua karena peran serta dari Tuhan dan jemaat yang sangat positif dan kaum mudanya juga termasuk Harison dan lainnya

    Semua masukan yang diberikan terutama dalam hal memberi memang lebih baik tanpa ada lelang, namun kondisi/ cultur/ budaya batak yang masih melekat masih kental dalam hal mencari Dana. namun secara perlahan, hal ini akan bergeser dan kalau Tuhan menghendaki tahun 2011 kita dalam mengumpulkan Dana tdk melalui lelang lagi. Di tahun sebelumnya kita sdh coba pesta tanpa lelang dgn hasil 70 Jt. Puji Tuhan.

    Tahun 2010 ini HKBP Simp Padang akan mengadakan pesta tanggal 10-11 Aprul 2010 dgn target 200 Jt. Karena target pertahunnya adalah 600 Jt. Hanya Kepada Tuhanlah kita berpengharapan. Amin.

    Sebagai informasi Progress Pembangunan Gereja dan Aula serta Rumah Dinas baru mencapai 30 Persen. Dana yang sudah Terpakai sebesar 1.4 Milyar.

    Mohon dukungan dari semua pihak, karena Tanpa dukungan dari semua pihak, kami tidak bisa berjalan. Karena kami adalah manusia Lemah yang tidak dapat berdiri sendiri dalam pembangunan ini.

    Salam dari kami Panitia Sembilan
    Sekretaris Tim Sembilan

  3. SumurunG says:

    sangat menyentuh tulisan ibu maria.. benar bu, bagi tuhan tidak ada yang mustahil.. mujizat itu nyata.. ini ibu maria ny. hutahaean itu kan?🙂

  4. MARIA says:

    Bagi Tuhan tidak ada yang Mustahil…
    Terimakasih buat Tuhan yang telah bekerja dalam pribadi TIM Sembilan.
    Biarlah ke depannya semuanya berjalan lebih baik lagi..
    Kalau boleh…pencarian dananya lepas dari kegiatan pesta agar tidak timbul tingkat kebosanan atau kejenuhan…dan juga tidak terlalu menguras tenaga dan yang lainnya.Kalau boleh kita bukakan dan tekankan kembalilah “hal memberi sebagai salah satu bentuk pelayanan pada Tuhan” terhadap semua jemaat.Kalau tidak salah jemaat kita ada sekitar 300 atau 400 kk.Kalau kita menggunakan sistem Matematika sungguh bukan hal yang sulit untuk mengumpulkan dana yang kita raih sesuai denga target dalam setiap bulannya…”dalam hati kecil kita bertanya bersediakah?” Terkhusus Buat kita yang punya perekonomian yang baik…tidak perlulah kiranya kita menunggu pesta untuk memberikan apa yang ada pada kita…
    Hal yang kita peroleh, itu semua dari Tuhan jadi mari kita kelola dengan baik serta mengembalikannya juga pada Tuhan.Memang ada fakta yang sering terucap “semakin banyak /besar penghasilan seseorang maka semakin sulit bagi dia untuk memberi “How about us? turutkah kita di dalamnya…?Mari kita lihat seorang janda yang memberi dari kekurangganya pada Tuhan dan ingat juga Firman Tuhan jika kita memberi dengan sukacita sebanyak apapun itu…baik dari segi kekurangan kita pun itu..Tuhan akan menganugrahkan berkat lebih dari situ bahkan dari tingkat- tingkat langit semuanya akan Tuhan penuhkan…
    So, tetap smangat…sukses buat semuanya…terimakasih buat kerja kerasnya…dan tetaplah berdoa…serta jangan lelah bekerja buat Tuhan….
    Jadilah berkat untuk memberkati orang lain…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s