Idea

Lateral thinking

“Son, ada perusahaan baru yang lagi nunggu proses lelang minta penawaran harga  mobil”, kata kawan bicara ku diseberang sana.  Percakapan telepon ini baru saja berlangsung dan aku langsung berpikir kalau orang yang diajak bicara oleh kawan ku itu benar-benar kreatif.  Aku sempat tersentak sejenak memikirkan percakapan kami diatas.  “Orang ini benar-benar kreatif pikir ku”, dia mengerti kalau teman aku yang kerjanya sales mobil mengingikan mobil yang dijualnya bisa laku sebanyak-banyaknya, sedangkan dia membutuhkan referensi harga mobil. Mungkin ini lah yang dinamakan berpikir kreatif.

Berpikir kreatif seperti cerita diatas dalam marketing sering  dikategorikan kedalam  buzz marketing atau worth of  mouth. Dalam percakapan diatas, dia mengajak orang berpikir seolah-olah perusahaan yang dia pimpin akan mendapatkan proyek yang besar dan akan membutuhkan banyak resources sehingga orang-orang akan menawarkan barang dan jasa kepada yang bersangkutan. Alhasil,dia sudah mempunyai rincian harga penawaran terhadap item-item barang dan jasa yang akan dia kerjakan. Kata kuncinya adalah mendegung-dengungkan kalau dia punya perusahaan yang akan mendapatkan proyek besar. 🙂

Sebenarnya kalau mengikuti logika sederhana(vertical thinking), orang ini bisa dikategorikan “pembual” karena dia belum mempunyai kontrak kerja tetapi sudah berani meminta orang untuk membuat penawaran. Hehehe.. Prosedur yang baku seharusnya, dia sudah mendapatkan surat perintah kerja barulah kemudian dia bekerja untuk mendapatkan input harga-harga barang dan jasa atau paling tidak saat ini dia sedang mengikuti proses tender.  Walaupun begitu, aku salut sama usaha orang ini yang berhasil “memaksa” aku untuk membaca kembali makalah seminar yang pernah aku ikuti mengenai “lateral thinking dan vertical thinking”.   :-)

 

Intrapreneurship

Tadi malam ketika aku berkunjung kesebuah lounge hotel aku dijumpai dua orang manager hotel tersebut, mereka bertanya mengenai kualitas pelayanan hotel tersebut dan mereka menawarkan menu baru dari lounge hotel itu. Aku kaget bercampur senang karena sekitar 2 bulan yang lalu aku pernah menyampaikan kepada salah satu manager hotel  tersebut untuk menjadikan lounge tersebut sebagai sumber pendapatan yang signifikan. Pada percakapan kami saat itu, dia mengatakan bahwa lounge dihotel tersebut hanya sebagai fasilitas pendukung dari hotel tersebut sehingga dia tidak terlalu berharap banyak mendapatkan pendapatan dari sana.  Sebagai pelanggan dihotel tersebut, aku sampaikan banyak masukan mengenai kualitas pelayanan dan ekspektasi ku sebagai pelanggan.

Beberapa hal yang kami perbincangkan dua bulan yang lalu antara lain, bagaimana membuat tamu kamar untuk mau bersantap siang atau malam di lounge tersebut, karena berdasarkan pengalaman selama ini tamu-tamu kamar cenderung enggan untuk berkunjung ke lounge tersebut. Setelah kami berdiskusi selama hampir 1 jam kami berkesimpulan tamu-tamu kamar itu enggan karena ketidaktahuan mereka mengenai menu makanan, harga dan pelayanan yang ditawarkan hotel tersebut. Aku sampaikan saat itu kalau tamu juga harus diberitahu menu makanan yang ditawarkan kalau perlu dibuatkan paket(product bundling) lengkap dengan harganya. Aku tambahkan juga kalau tamu-tamu kamar juga perlu diberitahu kalau dilounge tersebut selalu ada penyanyi yang bisa menghibur mereka ketika sedang makan. Kata ku saat itu, kalau perlu dipasang kamera dilounge ini dan langsung disiarkan ke televisi yang ada dikamar-kamar hotel tersebut.

Tadi malam aku kaget karena mereka berdua sudah siap dengan product bundlingnya yang mereka namakan business lunch. Makan siang dengan paket makanan lengkap. Sebelumnya mereka juga sudah memasang foto penyanyi dilounge tersebut dilobby, lift dan kamar-kamar hotel itu.  Menurut aku tindakan mereka ini bisa dikategorikan intrapreneur karena mereka berdua berani untuk menjadikan sesuatu yang tadinya tidak dianggap sebagai sumber pendapatan sekarang mereka berusaha untuk menjadikannya sebagai sumber pendapatan yang signifikan. Tantangan aku tadi malam adalah,bagaimana mereka mampu membuat differensiasi terhadap paket business lunch ini sehingga tamu bisa terkesan dan mau loyal terhadap paket yang ditawarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s